349# Saat
Dua saat
Dan bersaat-saat
Engkaulah menjadi peneman setiaku
Tiada komprominya
Bersyukur dengan ada-Mu
Pagi yang nyaman
Rama-rama menyebarkan racunnya
Duduk terkaku
Tangan dan jari menjadi punca untuk menaip
Tiba-tiba " B L A N K "
Mengapa ya?
Setelah itu ...
Tiada apa-apa dah untuk dikaryakan
Sekian~
No comments:
Post a Comment